Warjok  
welcome menus promos publications contact us
Selera Edisi Juli 2000
Femina Agustus 1999
publications

Selera Edisi Juli 2000

WAROENG PODJOK
MEMPOPULERKAN MAKANAN INDONESIA DENGAN GAYA “KOLONIAL”

Sepasang sepeda tua bersender di bangku kayu menyambut setiap tamu yang datang. Disebelah kanan tampak juga sebuah becak penuh kelapa muda untuk penghilang dahaga. Unik memang, dan terlihat berbeda dengan restoran yang berada di sekelilingnya.

Restoran yang dibangun dengan konsep jaman baheula ini, lebih popular dengan sebutan Waroeng Podjok. Terletak di lantai 3 Plaza Senayan Jakarta. Nama Waroeng Podjok sendiri terlahir karena lokasinya yang memang ada di pojok. Berdiri sejak Januari 1999, dengan kapasitas tempat duduk 85 orang.

Sekeliling restaurant penuh dengan hiasan peninggalan jaman kolonial. Seperti mesin ketik tua, satu lemari botol-botol tua dan poster-poster tempo doeloe yang ditata apik di setiap sudut ruangan. Ruangan pun didesain seperti layaknya sebuah warung. Dibeberapa bagian tampak lantai yang sudah mulai bolong, dengan serpihan pasir yang terkesan alami. Suasana ruangan pun tembus pandang, pengunjung mall yang lewat dapat dengan leluasa melihat setiap tamu yang sedang makan.

Menu yang disajikan merupakan makanan tradisional Indonesia dari seluruh nusantara. Namun sebagian besar merupakan khas Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti gudeg Jogja yang disajikan dengan ayam dan pindang telur, ikan patin bakar dengan sambal aneka rasa, dan aneka jenis minuman dingin dan panas seperti es cendol, es campur dan wedang ronde. Ada satu lagi hidangan yang sudah terbilang langka, yakni kembang tahu yang disajikan dengan wedang jahe. Semua jenis olahan yang tersedia, memiliki harga yang relatif terjangkau oleh semua kalangan. Spesial di hari Minggu disajikan aneka jajan pasar.

Restoran ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai dengan 22.00 WIB. Saat makan siang setiap hari kerja, Waroeng Podjok biasanya diramaikan dengan para pelaku bisnis yang berkantor di sekitar Plaza Senayan. Pada sore hari, tamu yang datang cenderung lebih didominasi kaum ibu, dan diantaranya ada yang sambil mengadakan arisan. Sedangkan pada hari libur, Waroeng Podjok lebih banyak dikunjungi oleh tamu keluarga, termasuk keluarga dari kalangan celebrities yang sudah amat popular.

Copyright 2005 PT Puri Inti Rasa